Pohon Mangga

Diposting oleh Unknown on Wednesday, June 13, 2007

13 Juni 2007
 
Jam 12:47 WITA. Langit gelap bagai kabut asap menyembunyikan terik, angin lalu-lalang seadanya saja, dan hujan deras membasahi menyentuh setiap makhluk yang ada dibawahnya.
 
Begitu juga dengan 3 pohon mangga yang sedang kutatap;
Umurnya baru beberapa bulan, mereka kira-kira setinggi 1-2 meter.
 
Sejak kuterima, ketiga pohon mangga itu diam saja di tempatnya, tidak menggangu dunia;
Tetapi dunia ini bukanlah dunia yang ramah, mereka memberikan cobaan-cobaan berat dan berkali-kali.
 
Rintik hujan dengan iseng menyenggol-nyenggol daunnya hingga banyak yang tidak kuat dan terjatuh ke tanah;
Angin kencang bertiup hingga tubuhnya bengkok seolah-olah angin ingin mematahkan tulang-tulangnya atau mencabutnya dari dunia;
Terik matahari membakar daun-daunnya hingga mereka semua merunduk ke bawah seperti sedang mencari perlindungan;
Binatang-binatang kecil membuat lubang dimana-mana, laba-laba membuat sarang sembarangan untuk memerangkap makannannya.
 
Tetapi pohon-pohon mangga tersebut tetap tidak bergeming;
Seperti mengetahui dan mau menunjukan bahwa coban-coban itu adalah sesuatu hal yang wajar;
Sesuatu hal yang harus diterima, dijalankan, dan dilalui dengan tabah dan suka cita;
Jangan berusaha menolaknya atau berusaha mengindar dari padanya.
 
Kenapa kamu begitu tabah dan tahan pohon-pohon mangga-ku??
 
Karena jika aku menolak atau menghindar dari salah satu saja cobaan tersebut;
Maka aku tidak akan bisa menghasilkan buah yang cukup baik untuk kau-makan;
Bahkan aku bisa saja mati sebelum berbuah;
Lagipula jika aku berhasil bertahahan, buahku masam dan kau akan membuangku ke jalanan.
 
Dari sisi luar cobaan tersebut terlihat begitu berat, seperti tidak menginginkan aku ada di dunia; tetapi,
Dari sisi dalam cobaan-cobaan tersebut justru malah sebaliknya, ingin memberikan aku kehidupan yang baik dan berguna;
 
"Karena hidup yang hanya untuk diri sendiri saja adalah tidak berati dan sia-sia, tidak ada suka cita didalamnya"
 
Air hujan memberikan aku makanan;
Angin kencang membantu-ku mengusir kuman yang merusak daun-daunku;
Terik matahari memasak makanan-ku;
Binatang-binatang kecil menggemburkan tanah pijakan-ku, agar aku dapat menyimpan cadangan makanan dan bernafas.
 
Semua itu aku lalui karena aku ingin hidup dengan baik, ingin berguna, dan ingin merasakan suka cita karena aku dibutuhkan;
Dan aku tau bahwa aku siap dan bisa untuk memberikan yang terbaik.
 
Jadi hai sang pemillik-ku, perlakukanlah aku dengan sewajarnya; dan
Jangan kau terlalu berlebihan dalam memberikan perlindungan.

{ 0 komentar... read them below or add one }