Kembali ke Asal

Diposting oleh Unknown on Saturday, September 22, 2007

Di dunia ini manusia selalu mengangap bahwa dirinyalah makhluk yang paling agung diantara makhluk-makhluk hidup lainnya.

"Bagaimana manusia bisa menjadi sangat sombong sekali??"

Berusaha memahami bahasa-bahasa dari makhluk lain, seolah-olah dengan mengerti bahasa mereka maka manusia bisa membantu mereka.

Sebaliknya menurut gw manusia adalah satu-satunya makhluk yang paling bodoh dan paling ga tau terimakasih di dunia ini.

Mungkin loe pada kaget semua dengan pernyataan gw ini... tp gw punya alasannya.

Gw bilang paling bodoh karena manusia sekarang sedang dalam tahap menghancurkan dirinya sendiri, tidak ada makhluk lain selain manusia yang senang dengan kehancuran dirinya sendiri.

Alam memberikan kehidupan kepada manusia, tetapi manusia menghancurkan alam dan menjadi senang karenanya.

Senang menghancurkan hutan, karena mendapatkan uang.
Senang ada mall yang baru dibangun, karena bisa gaya-gayaan disana.
Senang dengan segala sesuatu yang instant, karena cepat dan praktis.

Negara berlomba-lomba membangun persenjataan, karena takut akan terjadi perang untuk memperebutkan wilayah. Limbah-limbah yang dihasilkan menghancurkan alam, dan kehidupan dari makhluk-makhluk lain.

Pembangunan dimana-mana tanpa memperhatikan lingkungan, hanya berpegang pada azas "yang penting jadi duit".

Kenyataanya, banyak penyakit baru bermunculan, krisis pangan, banjir, pemanasan global, hama dimana-mana "kemanakah para predatornya?? mungkin udah pindah karena tergusur pembangunan, atau mungkin uda punah".

Di perkotaan banyak tikus, kenapa? karena ular atau burung sang predator ngga bisa hidup di kota. Terlalu bising.

Manusia bukanlah makhluk yang agung karena bisa menipta, ciptaan yang dihasilkannya pada akhirnya akan menghancurkan.

Saat melihat uang kita lupa bahwa alam yang memberikan kita kehidupan, memberikan makan, memberikan tempat berteduh, udara segar, dll. Kita seharusnya hidup selaras dengan alam!!

Bayangkan.....bayangkan saja dunia tanpa keseimbangan ekosistem. "Apa jadinya??"

{ 0 komentar... read them below or add one }