"Kepemimpinan Pemuda hanya soal kesempatan dan kepercayaan bukan soal kemampuan."
Kalimat ini Saya dapatkan dari harian kompas jum'at, 28 September 2007. Dan Saya sangat mempercayai kaliamat tersebut.
Jika para tua-tua tidak membukakan kesempatan yang seluas-luasnya dan memberikan kepercayaan kepada yang muda, bagaimana yang muda dapat membuktikan kemampuannya??
Sudah merupakan rahasia umum bahwa para tetua selalu terlena dengan kejayaan masa lalunya, mereka enggan menggunakan cara-cara baru yang menjadi tuntutan orang muda, mereka tetap mempertahankan cara-cara lama yang sudah terbukti berhasil di zamannya. Tetapi kenyataannya zaman berkembang dengan sangat cepat, terutama karena dipengaruhi oleh industri TI. Cara-cara baru dalam berbisnis terus berkembang dengan sangat cepat, berbagai macam informasi menjadi lebih terbuka, lebih cepat dan lebih mudah diperoleh. Internet telah menjadi sumber informasi dan alat komunikasi yang sangat Powerfull.
Ada beberapa alasan mengapa para tetua enggan menyerahkan tampuk pemimpin kepada orang muda, antara lain:
- Para tetua biasanya memiliki ego yang tinggi, mereka ingin selamanya menjadi pemimpin selagi fisiknya masih mampu.
- Mereka enggan memberikan kepercayaan kepada yang muda untuk mencoba dan menerapkan cara-cara baru yang sesuai dengan tuntutan zaman, mereka masih percaya dengan cara yang mereka kembangkan dan telah terbukti berhasil di zamanya.
- Mereka ragu akan kemampuan orang muda yang masih kurang berpengalaman.
Padahal kita semua tau, dan mereka pun tau bahwa masa depan ada di tangan orang muda. Hanya saja walaupun demikian mereka tetap memaksakan agar orang-orang muda dapat meneruskan kejayannya dengan cara-cara tua yang mereka kembangkan, mereka menutup mata terhadap zaman yang telah berubah.
Zaman ini adalah zamannya anak muda, berikan kesempatan dan kepercayaan kepada kami, akan kami buktikan.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Post a Comment