Jam 20.30, Selasa 30 Maret 2010. Aku duduk di depan laptop usang yang telah menemaniku selama kurang lebih empat tahun. Disertai iring-iringan musik gothic dengan vokal keras namun mendayu... mata ini semakin tersa berat saja.
Dalam keadaan ini, aku berpikir sedalam-dalamnya.... Untuk tujuan apa aku dilahirkan? Misi apa yang menjadi bebanku? Sama seperti seorang tentara yang membawa misi. Misi ini bisa menjadi beban tetapi sekaligus adalah sebuah proses menuju pencerahan. Betapa pun beratnya misi itu... karena pada akhirnya membuahkan kebebasan, kelegaan, kemenangan...
Bagaimana aku bisa damai meninggalkan dunia ini tanpa mengetahui misi apa yang menjadi bebanku. Dan apakah aku sudah menjalankannya dengan baik.
Misi seorang prajurit ditentukan oleh pimpinannya. Lalu bagaimana misi seorang anak manusia ditentukan?
Sebagai manusia yang hidup, aku biasa berpikir bahwa manusia dapat menentukan sendiri misi-nya. Apakah itu benar? Bagaimana dengan para terpaksa dan penakut? Sepertinya mereka tidak dapat memilih sendiri misi yang mereka inginkan.
Banyak yang berkata... "Go with the flow". Aku berkata, "tidak ada yang menarik disana!" Untuk apa ikut arus, apakah aku akan bisa menemukan misi hidup aku disana? Atau malah arus itu semakin menenggelamkan aku?
Untuk apa ikut arus. Disana memang terlihat menyenagkan. "Jika ingin keren maka harus ikut arus aka tren terkini..." Tetapi demi semua itu aku melihat dan merasakan banyak kepalsuan, senyum-senyum palsu, tawa yang dibuat-buat, terlalu banyak basa basi, sapaan yang tidak tulus, kasih yang palsu.
........ Bagaimana cerita ini akan berakhir? Aku ingin hidup dengan menjalankan misi yang menjadikannya alasan mengapa aku dilahirkan.
Dan apakah misi itu?? Aku belum tahu....
{ 0 komentar... read them below or add one }
Post a Comment