Cukup Seekor Saja

Diposting oleh Unknown on Wednesday, June 27, 2007

27 Juni 2007
tali pancing sudah dilempar dan jatuh pada tempat yang baik;
aku berdiri di tepian sungai tanpa alas kali merasakan arus air yang tenang melalui sela-sela jemariku;
sejuk, lembut, segar, dan sangat hidup.

suara gemercik air terdengar bagaikan musik alam yang merdu, dipadukan dengan suara gesekan dedaunan, dan suara binatang-binatang kecil;
menjadikannya sebuah orkestra natural terbesar di dunia, sangat harmonis;
membagikan rasa damai, tenang, dan syukur;
tidak ada lagi beban berat dipundakku.

mataku terpejam sesaat, sambil menengadah ke langit, aku
menarik nafas sedalam-dalamnya, dan bersyukur atas nikmat yang kudapat;
setiap tarikan nafas bagaikan sebuah kehidupan baru yang merasuk kedalam tubuhku;
udara bersih yang menyejukan jiwa dan raga;
Oh, nikmat sekali.

kulihat sekelilingku;
penuh dengan pohon-pohon besar rindang, sinar matahari mencuri-curi pandang untuk masuk ke dalam bumi;
batu-batu besar dan kecil di sepanjang sungai, menghalang-halangi arus air yang bergerak dinamis sehingga menimbulkan riak-riak kecil yang lucu;
di balik sebuah pohon seekor rusa betina dengan tenang sedang memperhatikanku.

pelampung pancingku sudah tidak ditempatnya lagi;
dia perlahan-lahan terbawa oleh arus, aku menariknya dan melemparnya kembali ke tempat yang jauh.

seekor ikan, berhenti tepat didepanku;
seolah tidak menyadari aku yang sejak tadi berdiri disana;
cantik, sangat cantik sekali;
seolah-olah sengaja ingin memamerkan keindahan tubuhnya padaku;
bentuk tubuhnya sangat baik, sisiknya halus, matanya jernih, dan gerakannya gemulai;
sungguh merupakan seekor ikan yang baik;
kutatap dia beberapa saat, dan dia pergi melanjutkan perjalannya.

tiba-tiba pancingku bergetar kencang;
aku dapat;
ah... seekor ikan sudah cukup bagiku untuk santapan hari ini.

{ 0 komentar... read them below or add one }